Sabtu, 14 Mei 2011

pewarisan sipat

pewarisan sifat

A.sifat beda
1. kromosom dan gen
Di dalam inti sel terdapat benabag-banang halus yang di sebut kromosom, kromosom ini tersusun atas satuan yang lebih kecil yang di sebut gen, gen adalah pengatur sifat yang diwariskan kepada keturunan. Jumlah kromosom pada mahluk hidup sangat beragam contuhnya;
Pada manusia dan ayam
Manusai memiliki kromosom 46 buah atau 23 pasang
Sedangkan pada ayam dia memilki kromosaom 40 buah atau 20 pasang.
Berbeda dengan inti sel tubuh, inti sel kelamin jantan dan betina masing-masing hanya memiliki satu sel kromosom yang di sebut haploid (n). Jika terjadi pembuaha, kromosom dari sel kelamin jantan ke sel kelamim betina akan seling berpasang-pasangan, sehingga zigot yang di hasilkan mempunyai kromosom yang diploid (2n), Gen-gen dari kedua induk ini lah yang akan mengatur parkembangan-perkembangan pada sifat individu baru.
2. Dominan, resesif, dan intermediet
Mungkin di antara sifat-sifat yang terdapat pada dirimu ada yang mirip dengan bapakmu saja, ibumu saja, atau mirip dengan keduanya. Sifat gen dari salan satu induk baik induk janta mau pun induk betina, yang lebih banyak muncul pada keturunan disebut sifat dominan. Sebaliknya, sifat yang jarang muncul di sebut sifat resesif
Sementara itu, adakalanya pada sifat induk jantan dan induk betina sama kuat, sehingga sifat keturuan tidak sama dengan salah satu induknya, tetapi sifat yang muncul dalah sifat gabungan dari kedua induknya
3. Simbol-simbol dalam persilangan
Peristiwa persilangan melibatkan induk(parental) dan akan menghasilkan keturunan (filial). Untuk mengetahui simbol-simbol yang digunakan, istilah-istilah yang digunakan dalam simbol-simbol induk (parental) dinyatakan dengan simbol p, sedangkan keturunan (filial) dinyatakan dengan simbol f.
Gen yang mentupi pengaruh, gen alternatif di sebut gen dominan, sedangkan gen yang dipengaru sifat sifaat tertutup (kalah) di sebut gen resesif, simbol untuk gen yang bersifat dominan ditulis dengan huruf besar (kapital), sedangkan untuk gen yang bersifat resesif ditulis dengan huruf kecil. Misalnya gen untuk rambut keriting yang bersifat dominan maka simbolnya K, sedangkan untuk rambut lurus simbolnya k. Pada tubuh individu yang diploid (2n), gen-gen ini akan berpasangan sesama alternatifnya (alela) misalnya, KK simbol untuk rambut keriting, dan kk simbol untuk rambut lurus. Genotipe yang pasangan alelnya sama, seperti KK atau kk, di sebut homozigot, sedangkan genotipe yang pasangan alelnya tidak sama seperti Kk di sebut heterozigot.
B. Mekanisme Pewarisan Sifat
Telah diuraikan bahwa setriap individu mewarisi sifat dari induknya. Jika sifat genotip bentuk rambut kedua orang tua adalah homozigot, misalnya ayah berambut keriting (KK) dan ibu berambut lurus (kk), maka mekanisme pewarisan sifat bentuk rambut dapat digambarkan dalam bagan berikut :

parental (P1) Ayah Ibu
Genotipe KK kk
Fenotipe Rambut Keriting (Dominan) Rambut Lurus (Resesif)
Gamet K k
Kk
Filial (F1) Semua Rambut Keriting

1. Persilanganj dengan satu sifat beda (monohybrid)
Mengingat sengat banyak kerakter atau sifat individu. Maka untuk menga,mati sumua sifat keturunan hasil persilangan sangatlah sulit. Untuk itu, hanya sifat-sifat yang di amati saja untuk menjadi perhatian ( sifat-sifat lain di abaikan) macam sipoat yang akan di amati pada peristiwa persilangan disebut sifat beda, persilanagan yang hanya memerhatikan satu sifat beda disebut persilangan monohybrid.
Tidak semua persilangan monohybrida galur murni selalau menghasilkan perbandingan fenotipe 3:1 pada F2-nya atau 100% fenotipnya sama dengan induknya. Pada beberapa galur murni, diperoleh keturunan dengan dengan sifat fenotipenya merupakan perpaduan dari sifat kedua induknya. Misalnya, persilangan antar tanaman antirhinum majus berbunga merah (MM) dengan antirhinum majus berbunga putih (mm). diperoleh keturunan pertama semua merah muda (intermediet).


P1 MM mm
(merah) (putih)

Gamet M m

F1 Mm
(merah muda)

P1 Mm Mm
(merah muda) (merah muda)

Gamet M&m M&m

F2 MM, Mm, Mm, mm




♀/♂ M m
M MM
(merah) Mm
(merah muda)
m Mm
(merah muda) Mm
(putih)



2. Persilangan denga dua atau lebih sifat
sebuah persilangan melibatkan semua sifat yang dimiliki oleh kedua induk yang melakukan perkawinan. Persilanagn dua sifat bedda akan menghasilkan kemungkinan variasi gamet lebih banyak dari persilangan monohibrid. Bemikian juga dengan persilangan tiga sifat beda (trihibrida), akan menghasilkan kemungkinan pariasi gamet lebih banyak dari persilangan dihibrid.
Banyak kemungkinan sifat genotipe dan fenotipe yang dihasilkan pada persilangan, bergantung dari banyak variasi gamet yang dibentuk. Semakin banyakj variasi gamet yang terbentuk, semakin banyak pula kemungkinan variasi sifat genotip dan fenotip pada keturunannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar