1. sering mengunjungi blogg dan mengutak atik blogg agar dapat mengetahui apa saja yang terdapat di blogg untuk bisa tahu bagaimana langkah-langkah memperindah blogg
2. menulis artikel di new entry, yang bisa berisi tentang informasi yang berguna dan di butuhkan untuk semua orang yang bisa disertai foto.
3. mengatur rancangan template agar lebih terlihat menarik.
4. menambahkan kalender atau jam untuk melengkapi blogg.
5. memasukkan lagu agar blogg tidak terlalu sepi dan membosankan
6. memasukkan video tentang hal-hal yang bermanfaat, seperti tentang ilmu pengetahuan atau yang lainnya, yang bisa di ambil dari youtube.
7. menambahkan gambar atau animasi agar blogg tidak terlalu monoton dan membosankan.
8. menulis artikel dengan tema yang menarik dan dengan kata-kata yang segar
My Hope
ini adalah sebuah harapan, dan yang pasti semua umat mempunyai haran yang indah,.,. walau terkadang harapan tak sejalan dengan yang qt mua,,
Jumat, 15 Juli 2011
Kamis, 14 Juli 2011
cara untuk mengupload power point menggunakan author stream
1. Pilih browser www.authorstream.com
2. Pilih joint now
3. Mengisi format isian sebagai identitas diri kita
4. Klik joint
5. Konfirmasi email anda
6. Jika sudah, coba masuk kembali ke author stream lalu sign in
7. Masukan alamat email lalu password, lalu klik sign in
8. Pilih upload, lalu pilih single file upload
9. Isi keterangan mengenai power point yang akan di upload mulai dari select file, title, description, tags, privacy settings, kategori, lalu pilih upload power point
10. Tunggu beberapa menit
11. Hingga muncul tulisan your presentation hass been uploaded succesfull
2. Pilih joint now
3. Mengisi format isian sebagai identitas diri kita
4. Klik joint
5. Konfirmasi email anda
6. Jika sudah, coba masuk kembali ke author stream lalu sign in
7. Masukan alamat email lalu password, lalu klik sign in
8. Pilih upload, lalu pilih single file upload
9. Isi keterangan mengenai power point yang akan di upload mulai dari select file, title, description, tags, privacy settings, kategori, lalu pilih upload power point
10. Tunggu beberapa menit
11. Hingga muncul tulisan your presentation hass been uploaded succesfull
Senin, 11 Juli 2011
Senin, 30 Mei 2011
ENZIM
Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel.Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu.
Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/ nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan, dan lain-lain.
1. Nomenklatur Enzim
Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.
2. Struktur Enzim
Pada mulanya enzim dianggap hanya terdiri dari protein dan memang ada enzim yang ternyata hanya tersusun dari protein saja. Misalnya pepsin dan tripsin.Tetapi ada juga enzim-enzim yang selain protein juga memerlukan komponen selain protein. Komponen selain protein pada enzim dinamakan kofaktor. Koenzim dapat merupakan ion logam/ metal, atau molekul organik yang dinamakan koenzim. Gabungan antara bagian protein enzim (apoenzim) dan kofaktor dinamakan holoenzim.
Enzim yang memerlukan ion logam sebagai kofaktornya dinamakan metaloenzim.. Ion logam ini berfungsi untuk menjadi pusat katalis primer, menjadi tempat untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif.
Tabel 1. Beberapa enzim yang mengandung ion logam sebagai kofaktornya
Ion logam Enzim
Zn 2+
Mg2+
Fe2+ / Fe3+
Cu2+/ Cu+
K+
Na+
Alkohol dehidrogenase
Karbonat anhidrasa
Karboksipeptidasa
Fosfohidrolasa
Fosfotransferasa
Sitokrom
Peroksida
Katalasa
Feredoksin
Tirosina
Sitokrom oksidasa
Piruvat kinasa (juga memerlukan Mg2+)
Membrane sel ATPasa ( juga memerlukan K+ dan Mg2+)
3. Aktivitas Enzim
Seperti halnya katalisator, enzim dapat mempercepat reaksi Kimia dengan menurunkan energi aktivasinya. Enzim tersebut akan bergabung sementara dengan reaktan sehingga mencapai keadaan transisi dengan energi aktivasi yang lebih rendah daripada energi aktivasi yang diperlukan untuk mencapai keadaan transisi tanpa bantuan katalisator atau enzim.
4. Penggolongan (Klasifikasi) enzim
1. Hidrolase
Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air. Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya yaitu :
A. Karbohidrase, yaitu enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.
Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya, misal :
a. Amilase, yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9 suatu disakarida).
2 (C6H10O5)n + n H2O n C12H22O11
b. Maltase, yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa
C12H22O11 + H20 2 C6H12O6
c. Sukrase, yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Laktase, yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Selulase, emzim yang menguraikan selulosa ( suatu polisakarida) menjadi selobiosa ( suatu disakarida)
f. Pektinase, yaitu enzim yang menguraikan pektin menjadi asam-pektin.
B. Esterase, yaitu enzim-enzim yang memecah golongan ester.
Contoh-contohnya :
a. Lipase, yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
b. Fosfatase, yaitu enzim yang menguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfat.
C. Proteinase atau Protease, yaitu enzim enzim yang menguraikan golongan protein.
Contoh-contohnya:
a. Peptidase, yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.
b. Gelatinase, yaitu enzim yang menguraikan gelatin.
c. Renin, yaitu enzim yang menguraikan kasein dari susu.
2. Oksidase dan reduktase , yaitu enzime yang menolong dalam proses oksidasi dan reduksi.
Enzim Oksidase dibagi lagi menjadi;
a. Dehidrogenase : enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik menjadi hasil-hasil oksidasi.
b. Katalase : enzim yang menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
3. Desmolase , yaitu enzim-enzim yang memutuskan ikatan-ikatan C-C, C-N dan beberapa ikatan lainnya.
Enzim Desmolase dibagi lagi menjadi :
a. Karboksilase : yaitu enzim yang mengubah asam piruyat menjadi asetaldehida.
b. Transaminase : yaitu enzim yang memindahkan gugusan amine dari suatu asam amino ke suatu asam organik sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino.
Enzim juga dapat dibedakan menjadi eksoenzim dan endoenzim berdasarkan tempat kerjanya, ditinjau dari sel yang membentuknya.Eksoenzim ialah enzim yang aktivitasnya diluar sel. Endoenzim ialah enzim yang aktivitasnya didalam sel.
Selain eksoenzim dan endoenzim, dikenal juga enzim konstitutif dan enzim induktif. Enzim konstitutif ialah enzim yang dibentuk terus-menerus oleh sel tanpa peduli apakah substratnya ada atau tidak. Enzim induktif (enzim adaptif) ialah enzim yang dibentuk karena adanya rangsangan substrat atau senyawa tertentu yang lain. Misalnya pembentukan enzim beta-galaktosida pada escherichia coli yang diinduksi oleh laktosa sebagai substratnya. Tetapi ada senyawa lain juga yang dapat menginduksi enzim tersebut walaupun tidak merupakan substarnya, yaitu melibiosa. Tanpa adanya laktosa atau melibiosa, maka enzim beta-galaktosidasa tidak disintesis, tetapi sintesisnya akan dimulai bila ditambahkan laktosa atau melibiosa.
5. Koenzim
Dalam peranannya ,enzim sering memerlukan senyawa organik tertentu selain protein. Ditinjau dari fungsinya, dikenal adanya koenzim yang berperan sebagai pemindah hidrogen, pemindah elektron, pemindah gugusan kimia tertentu (“group transferring”) dan koenzim dari isomerasa dan liasa.
Tabel 2. Contoh-contoh koenzim dan peranannya
No Kode Singkatan dari Yang dipindahkan
1. NAD Nikotinamida-adenina dinukleotida Hidrogen
2. NADP Nikotinamida-adenina dinukleotida fosfat Hidrogen
3. FMN Flavin mononukleotida Hidrogen
4. FAD Flavin-adenina dinukleotida Hidrogen
5. Ko-Q Koenzim Q atau Quinon Hidrogen
6. sit sitokrom Elektron
7. Fd Ferredoksin Elektron
8. ATP Adenosina trifosfat Gugus fosfat
9. PAPS Fosfoadenil sulfat Gugus sulfat
10. UDP Uridina difosfat Gula
11. Biotin Biotin Karboksil (CO2)
12. Ko-A Koenzim A Asetil
13. TPP Tiamin pirofosfat C2-aldehida
Reaksi-reaksi enzimatik dibutuhkan agar bakteri dapat memperoleh makanan/ nutrient dalam keadaan terlarut yang dapat diserap ke dalam sel, memperoleh energi Kimia yang digunakan untuk biosintesis, perkembangbiakan, pergerakan, dan lain-lain.
1. Nomenklatur Enzim
Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.
2. Struktur Enzim
Pada mulanya enzim dianggap hanya terdiri dari protein dan memang ada enzim yang ternyata hanya tersusun dari protein saja. Misalnya pepsin dan tripsin.Tetapi ada juga enzim-enzim yang selain protein juga memerlukan komponen selain protein. Komponen selain protein pada enzim dinamakan kofaktor. Koenzim dapat merupakan ion logam/ metal, atau molekul organik yang dinamakan koenzim. Gabungan antara bagian protein enzim (apoenzim) dan kofaktor dinamakan holoenzim.
Enzim yang memerlukan ion logam sebagai kofaktornya dinamakan metaloenzim.. Ion logam ini berfungsi untuk menjadi pusat katalis primer, menjadi tempat untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap aktif.
Tabel 1. Beberapa enzim yang mengandung ion logam sebagai kofaktornya
Ion logam Enzim
Zn 2+
Mg2+
Fe2+ / Fe3+
Cu2+/ Cu+
K+
Na+
Alkohol dehidrogenase
Karbonat anhidrasa
Karboksipeptidasa
Fosfohidrolasa
Fosfotransferasa
Sitokrom
Peroksida
Katalasa
Feredoksin
Tirosina
Sitokrom oksidasa
Piruvat kinasa (juga memerlukan Mg2+)
Membrane sel ATPasa ( juga memerlukan K+ dan Mg2+)
3. Aktivitas Enzim
Seperti halnya katalisator, enzim dapat mempercepat reaksi Kimia dengan menurunkan energi aktivasinya. Enzim tersebut akan bergabung sementara dengan reaktan sehingga mencapai keadaan transisi dengan energi aktivasi yang lebih rendah daripada energi aktivasi yang diperlukan untuk mencapai keadaan transisi tanpa bantuan katalisator atau enzim.
4. Penggolongan (Klasifikasi) enzim
1. Hidrolase
Hidrolase merupakan enzim-enzim yang menguraikan suatu zat dengan pertolongan air. Hidrolase dibagi atas kelompok kecil berdasarkan substratnya yaitu :
A. Karbohidrase, yaitu enzim-enzim yang menguraikan golongan karbohidrat.
Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikannya, misal :
a. Amilase, yaitu enzim yang menguraikan amilum (suatu polisakarida) menjadi maltosa 9 suatu disakarida).
2 (C6H10O5)n + n H2O n C12H22O11
b. Maltase, yaitu enzim yang menguraikan maltosa menjadi glukosa
C12H22O11 + H20 2 C6H12O6
c. Sukrase, yaitu enzim yang mengubah sukrosa (gula tebu) menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Laktase, yaitu enzim yang mengubah laktase menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Selulase, emzim yang menguraikan selulosa ( suatu polisakarida) menjadi selobiosa ( suatu disakarida)
f. Pektinase, yaitu enzim yang menguraikan pektin menjadi asam-pektin.
B. Esterase, yaitu enzim-enzim yang memecah golongan ester.
Contoh-contohnya :
a. Lipase, yaitu enzim yang menguraikan lemak menjadi gliserol dan asam lemak.
b. Fosfatase, yaitu enzim yang menguraikan suatu ester hingga terlepas asam fosfat.
C. Proteinase atau Protease, yaitu enzim enzim yang menguraikan golongan protein.
Contoh-contohnya:
a. Peptidase, yaitu enzim yang menguraikan peptida menjadi asam amino.
b. Gelatinase, yaitu enzim yang menguraikan gelatin.
c. Renin, yaitu enzim yang menguraikan kasein dari susu.
2. Oksidase dan reduktase , yaitu enzime yang menolong dalam proses oksidasi dan reduksi.
Enzim Oksidase dibagi lagi menjadi;
a. Dehidrogenase : enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik menjadi hasil-hasil oksidasi.
b. Katalase : enzim yang menguraikan hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen.
3. Desmolase , yaitu enzim-enzim yang memutuskan ikatan-ikatan C-C, C-N dan beberapa ikatan lainnya.
Enzim Desmolase dibagi lagi menjadi :
a. Karboksilase : yaitu enzim yang mengubah asam piruyat menjadi asetaldehida.
b. Transaminase : yaitu enzim yang memindahkan gugusan amine dari suatu asam amino ke suatu asam organik sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino.
Enzim juga dapat dibedakan menjadi eksoenzim dan endoenzim berdasarkan tempat kerjanya, ditinjau dari sel yang membentuknya.Eksoenzim ialah enzim yang aktivitasnya diluar sel. Endoenzim ialah enzim yang aktivitasnya didalam sel.
Selain eksoenzim dan endoenzim, dikenal juga enzim konstitutif dan enzim induktif. Enzim konstitutif ialah enzim yang dibentuk terus-menerus oleh sel tanpa peduli apakah substratnya ada atau tidak. Enzim induktif (enzim adaptif) ialah enzim yang dibentuk karena adanya rangsangan substrat atau senyawa tertentu yang lain. Misalnya pembentukan enzim beta-galaktosida pada escherichia coli yang diinduksi oleh laktosa sebagai substratnya. Tetapi ada senyawa lain juga yang dapat menginduksi enzim tersebut walaupun tidak merupakan substarnya, yaitu melibiosa. Tanpa adanya laktosa atau melibiosa, maka enzim beta-galaktosidasa tidak disintesis, tetapi sintesisnya akan dimulai bila ditambahkan laktosa atau melibiosa.
5. Koenzim
Dalam peranannya ,enzim sering memerlukan senyawa organik tertentu selain protein. Ditinjau dari fungsinya, dikenal adanya koenzim yang berperan sebagai pemindah hidrogen, pemindah elektron, pemindah gugusan kimia tertentu (“group transferring”) dan koenzim dari isomerasa dan liasa.
Tabel 2. Contoh-contoh koenzim dan peranannya
No Kode Singkatan dari Yang dipindahkan
1. NAD Nikotinamida-adenina dinukleotida Hidrogen
2. NADP Nikotinamida-adenina dinukleotida fosfat Hidrogen
3. FMN Flavin mononukleotida Hidrogen
4. FAD Flavin-adenina dinukleotida Hidrogen
5. Ko-Q Koenzim Q atau Quinon Hidrogen
6. sit sitokrom Elektron
7. Fd Ferredoksin Elektron
8. ATP Adenosina trifosfat Gugus fosfat
9. PAPS Fosfoadenil sulfat Gugus sulfat
10. UDP Uridina difosfat Gula
11. Biotin Biotin Karboksil (CO2)
12. Ko-A Koenzim A Asetil
13. TPP Tiamin pirofosfat C2-aldehida
Sabtu, 14 Mei 2011
pewarisan sipat
pewarisan sifat
A.sifat beda
1. kromosom dan gen
Di dalam inti sel terdapat benabag-banang halus yang di sebut kromosom, kromosom ini tersusun atas satuan yang lebih kecil yang di sebut gen, gen adalah pengatur sifat yang diwariskan kepada keturunan. Jumlah kromosom pada mahluk hidup sangat beragam contuhnya;
Pada manusia dan ayam
Manusai memiliki kromosom 46 buah atau 23 pasang
Sedangkan pada ayam dia memilki kromosaom 40 buah atau 20 pasang.
Berbeda dengan inti sel tubuh, inti sel kelamin jantan dan betina masing-masing hanya memiliki satu sel kromosom yang di sebut haploid (n). Jika terjadi pembuaha, kromosom dari sel kelamin jantan ke sel kelamim betina akan seling berpasang-pasangan, sehingga zigot yang di hasilkan mempunyai kromosom yang diploid (2n), Gen-gen dari kedua induk ini lah yang akan mengatur parkembangan-perkembangan pada sifat individu baru.
2. Dominan, resesif, dan intermediet
Mungkin di antara sifat-sifat yang terdapat pada dirimu ada yang mirip dengan bapakmu saja, ibumu saja, atau mirip dengan keduanya. Sifat gen dari salan satu induk baik induk janta mau pun induk betina, yang lebih banyak muncul pada keturunan disebut sifat dominan. Sebaliknya, sifat yang jarang muncul di sebut sifat resesif
Sementara itu, adakalanya pada sifat induk jantan dan induk betina sama kuat, sehingga sifat keturuan tidak sama dengan salah satu induknya, tetapi sifat yang muncul dalah sifat gabungan dari kedua induknya
3. Simbol-simbol dalam persilangan
Peristiwa persilangan melibatkan induk(parental) dan akan menghasilkan keturunan (filial). Untuk mengetahui simbol-simbol yang digunakan, istilah-istilah yang digunakan dalam simbol-simbol induk (parental) dinyatakan dengan simbol p, sedangkan keturunan (filial) dinyatakan dengan simbol f.
Gen yang mentupi pengaruh, gen alternatif di sebut gen dominan, sedangkan gen yang dipengaru sifat sifaat tertutup (kalah) di sebut gen resesif, simbol untuk gen yang bersifat dominan ditulis dengan huruf besar (kapital), sedangkan untuk gen yang bersifat resesif ditulis dengan huruf kecil. Misalnya gen untuk rambut keriting yang bersifat dominan maka simbolnya K, sedangkan untuk rambut lurus simbolnya k. Pada tubuh individu yang diploid (2n), gen-gen ini akan berpasangan sesama alternatifnya (alela) misalnya, KK simbol untuk rambut keriting, dan kk simbol untuk rambut lurus. Genotipe yang pasangan alelnya sama, seperti KK atau kk, di sebut homozigot, sedangkan genotipe yang pasangan alelnya tidak sama seperti Kk di sebut heterozigot.
B. Mekanisme Pewarisan Sifat
Telah diuraikan bahwa setriap individu mewarisi sifat dari induknya. Jika sifat genotip bentuk rambut kedua orang tua adalah homozigot, misalnya ayah berambut keriting (KK) dan ibu berambut lurus (kk), maka mekanisme pewarisan sifat bentuk rambut dapat digambarkan dalam bagan berikut :
parental (P1) Ayah Ibu
Genotipe KK kk
Fenotipe Rambut Keriting (Dominan) Rambut Lurus (Resesif)
Gamet K k
Kk
Filial (F1) Semua Rambut Keriting
1. Persilanganj dengan satu sifat beda (monohybrid)
Mengingat sengat banyak kerakter atau sifat individu. Maka untuk menga,mati sumua sifat keturunan hasil persilangan sangatlah sulit. Untuk itu, hanya sifat-sifat yang di amati saja untuk menjadi perhatian ( sifat-sifat lain di abaikan) macam sipoat yang akan di amati pada peristiwa persilangan disebut sifat beda, persilanagan yang hanya memerhatikan satu sifat beda disebut persilangan monohybrid.
Tidak semua persilangan monohybrida galur murni selalau menghasilkan perbandingan fenotipe 3:1 pada F2-nya atau 100% fenotipnya sama dengan induknya. Pada beberapa galur murni, diperoleh keturunan dengan dengan sifat fenotipenya merupakan perpaduan dari sifat kedua induknya. Misalnya, persilangan antar tanaman antirhinum majus berbunga merah (MM) dengan antirhinum majus berbunga putih (mm). diperoleh keturunan pertama semua merah muda (intermediet).
P1 MM mm
(merah) (putih)
Gamet M m
F1 Mm
(merah muda)
P1 Mm Mm
(merah muda) (merah muda)
Gamet M&m M&m
F2 MM, Mm, Mm, mm
♀/♂ M m
M MM
(merah) Mm
(merah muda)
m Mm
(merah muda) Mm
(putih)
2. Persilangan denga dua atau lebih sifat
sebuah persilangan melibatkan semua sifat yang dimiliki oleh kedua induk yang melakukan perkawinan. Persilanagn dua sifat bedda akan menghasilkan kemungkinan variasi gamet lebih banyak dari persilangan monohibrid. Bemikian juga dengan persilangan tiga sifat beda (trihibrida), akan menghasilkan kemungkinan pariasi gamet lebih banyak dari persilangan dihibrid.
Banyak kemungkinan sifat genotipe dan fenotipe yang dihasilkan pada persilangan, bergantung dari banyak variasi gamet yang dibentuk. Semakin banyakj variasi gamet yang terbentuk, semakin banyak pula kemungkinan variasi sifat genotip dan fenotip pada keturunannya.
A.sifat beda
1. kromosom dan gen
Di dalam inti sel terdapat benabag-banang halus yang di sebut kromosom, kromosom ini tersusun atas satuan yang lebih kecil yang di sebut gen, gen adalah pengatur sifat yang diwariskan kepada keturunan. Jumlah kromosom pada mahluk hidup sangat beragam contuhnya;
Pada manusia dan ayam
Manusai memiliki kromosom 46 buah atau 23 pasang
Sedangkan pada ayam dia memilki kromosaom 40 buah atau 20 pasang.
Berbeda dengan inti sel tubuh, inti sel kelamin jantan dan betina masing-masing hanya memiliki satu sel kromosom yang di sebut haploid (n). Jika terjadi pembuaha, kromosom dari sel kelamin jantan ke sel kelamim betina akan seling berpasang-pasangan, sehingga zigot yang di hasilkan mempunyai kromosom yang diploid (2n), Gen-gen dari kedua induk ini lah yang akan mengatur parkembangan-perkembangan pada sifat individu baru.
2. Dominan, resesif, dan intermediet
Mungkin di antara sifat-sifat yang terdapat pada dirimu ada yang mirip dengan bapakmu saja, ibumu saja, atau mirip dengan keduanya. Sifat gen dari salan satu induk baik induk janta mau pun induk betina, yang lebih banyak muncul pada keturunan disebut sifat dominan. Sebaliknya, sifat yang jarang muncul di sebut sifat resesif
Sementara itu, adakalanya pada sifat induk jantan dan induk betina sama kuat, sehingga sifat keturuan tidak sama dengan salah satu induknya, tetapi sifat yang muncul dalah sifat gabungan dari kedua induknya
3. Simbol-simbol dalam persilangan
Peristiwa persilangan melibatkan induk(parental) dan akan menghasilkan keturunan (filial). Untuk mengetahui simbol-simbol yang digunakan, istilah-istilah yang digunakan dalam simbol-simbol induk (parental) dinyatakan dengan simbol p, sedangkan keturunan (filial) dinyatakan dengan simbol f.
Gen yang mentupi pengaruh, gen alternatif di sebut gen dominan, sedangkan gen yang dipengaru sifat sifaat tertutup (kalah) di sebut gen resesif, simbol untuk gen yang bersifat dominan ditulis dengan huruf besar (kapital), sedangkan untuk gen yang bersifat resesif ditulis dengan huruf kecil. Misalnya gen untuk rambut keriting yang bersifat dominan maka simbolnya K, sedangkan untuk rambut lurus simbolnya k. Pada tubuh individu yang diploid (2n), gen-gen ini akan berpasangan sesama alternatifnya (alela) misalnya, KK simbol untuk rambut keriting, dan kk simbol untuk rambut lurus. Genotipe yang pasangan alelnya sama, seperti KK atau kk, di sebut homozigot, sedangkan genotipe yang pasangan alelnya tidak sama seperti Kk di sebut heterozigot.
B. Mekanisme Pewarisan Sifat
Telah diuraikan bahwa setriap individu mewarisi sifat dari induknya. Jika sifat genotip bentuk rambut kedua orang tua adalah homozigot, misalnya ayah berambut keriting (KK) dan ibu berambut lurus (kk), maka mekanisme pewarisan sifat bentuk rambut dapat digambarkan dalam bagan berikut :
parental (P1) Ayah Ibu
Genotipe KK kk
Fenotipe Rambut Keriting (Dominan) Rambut Lurus (Resesif)
Gamet K k
Kk
Filial (F1) Semua Rambut Keriting
1. Persilanganj dengan satu sifat beda (monohybrid)
Mengingat sengat banyak kerakter atau sifat individu. Maka untuk menga,mati sumua sifat keturunan hasil persilangan sangatlah sulit. Untuk itu, hanya sifat-sifat yang di amati saja untuk menjadi perhatian ( sifat-sifat lain di abaikan) macam sipoat yang akan di amati pada peristiwa persilangan disebut sifat beda, persilanagan yang hanya memerhatikan satu sifat beda disebut persilangan monohybrid.
Tidak semua persilangan monohybrida galur murni selalau menghasilkan perbandingan fenotipe 3:1 pada F2-nya atau 100% fenotipnya sama dengan induknya. Pada beberapa galur murni, diperoleh keturunan dengan dengan sifat fenotipenya merupakan perpaduan dari sifat kedua induknya. Misalnya, persilangan antar tanaman antirhinum majus berbunga merah (MM) dengan antirhinum majus berbunga putih (mm). diperoleh keturunan pertama semua merah muda (intermediet).
P1 MM mm
(merah) (putih)
Gamet M m
F1 Mm
(merah muda)
P1 Mm Mm
(merah muda) (merah muda)
Gamet M&m M&m
F2 MM, Mm, Mm, mm
♀/♂ M m
M MM
(merah) Mm
(merah muda)
m Mm
(merah muda) Mm
(putih)
2. Persilangan denga dua atau lebih sifat
sebuah persilangan melibatkan semua sifat yang dimiliki oleh kedua induk yang melakukan perkawinan. Persilanagn dua sifat bedda akan menghasilkan kemungkinan variasi gamet lebih banyak dari persilangan monohibrid. Bemikian juga dengan persilangan tiga sifat beda (trihibrida), akan menghasilkan kemungkinan pariasi gamet lebih banyak dari persilangan dihibrid.
Banyak kemungkinan sifat genotipe dan fenotipe yang dihasilkan pada persilangan, bergantung dari banyak variasi gamet yang dibentuk. Semakin banyakj variasi gamet yang terbentuk, semakin banyak pula kemungkinan variasi sifat genotip dan fenotip pada keturunannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
